Home Pusaka Keris Sumenep, Pusaka yang Memiliki Segudang Khasiat

Keris Sumenep, Pusaka yang Memiliki Segudang Khasiat

25
0
SHARE
Keris Sumenep, Pusaka yang Memiliki Segudang Khasiat

Keterangan Gambar : Keris Sumenep

Misteri.detikone.com - Keris sebagai icon Kabupaten Sumenep bukan sebatas jumlah empu yang banyak. Lebih dari itu. Keris hadir di Sumenep memiliki sejarah dan makna yang begitu dalam dan melegenda.

Keris di jaman kerajaan dahulu, menjadi andalan senjata perang karena diyakini memiliki ‘kekuatan’ ghaib. Dengan ‘kekuatan’ ghaib itu, keris menjadi barang yang istimewa untuk dimiliki setiap individu.

Saat ini, keberadaan keris dipercaya memiliki isi. Sebagian menempatkan keris sebagai aksesori (ageman) dalam berbusana dan menjadi benda koleksi yang bernilai estetika.

Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris, selama ini sebatas analisis figur di relief candi atau patung. Begitupun terkait fungsi (kegunaan atau isi) keris, para ahli keris sebatas mengacu dari beberapa pakem.

Para pakar perkerisan pun, menyebut, untuk meneliti isi suatu keris, hanya sang empu yang mengetahui ‘kekuatan’ atau kegunaan (khasiat) keris yang terkandung di dalamnya. Atau orang yang memiliki ilmu khusus.

Jika ditanya kapan keris hadir di Sumenep, masih belum ada catatan ilmiah yang menerangkan itu. Asal-usul keris di Sumenep belum ada sumber tertulis yang dapat menjelaskan secara rinci.

Setidaknya, dalam tradisi lisan, keris hadir di Sumenep sebelum abad ke-15 masehi, tepatnya pada abad ke 14 masehi, bersamaan dengan bangkitnya kerajaan Majapahit, pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389 masehi.

Penggunaan keris di Nusantara tersebar pada wilayah kekuasaan Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao).

Pakem keris di tiap daerah memiliki kekhasan sendiri. Baik dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan. Seperti, keris Mindanao dikenal sebagai kalis.

Ada yang menyebut pembuatan keris di Indonesia, termasuk di Sumenep, berawal dari senjata tajam dari peninggalan kebudayaan Dongson dan Tiongkok selatan.

Dugaan pengaruh kebudayaan Tiongkok Kuno dalam penggunaan senjata tikam, sebagai cikal-bakal keris, dimungkinkan masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan “jembatan” masuknya pengaruh kebudayaan Tiongkok ke Nusantara. Beberapa keris yang beredear kini sama dengan belati Dongson dan menyatu dengan bilahnya.

Sikap menghormati terhadap benda berbahan logam dapat ditelusuri sebagai pengaruh India, khususnya Siwaisme. Dalam prasasti Dakuwu (abad ke-6 M), ikonografi India menampilkan Wesi Aji seperti trisula, kudhi, arit, dan keris sombro.

Para sejarawan menyebut, keris dari periode pra-Singasari dikenal sebagai keris Budha, dengan bentuk pendek dan tidak berluk (lurus).

Hal ini dilihat sebagai bentuk awal (prototipe) keris. Beberapa belati temuan dari kebudayaan Dongson memiliki kemiripan dengan keris Budha dan keris sajen.

Keris sajen memiliki bagian pegangan dari logam yang menyatu dengan bilah keris.

Khasiat Keris

Para pecinta keris, keberadaannya bukan sebatas aksesoris. Mereka meyakini, keris memiliki segudang khasiat (kegunaan) dengan ‘kekuatan’ ghaib.

Untuk mengetahui isi atau kegunaan benda keris, para pecinta keris sering melihat pamor keris. Corak keris selalu menjadi acuan untuk menentukan isi (khasiat) keris. Sumb: mam